Jumat, 14 Juni 2013

Artikel Limbah Plastik

Artikel Limbah Plastik

Plastik adalah senyawa polimer alkena dengan bentuk molekul sangat besar. Istilah plastik, menurut pengertian kimia, mencakup produk polimerisasi sintetik atau semi-sintetik. Molekul plastik terbentuk dari kondensasi organik atau penambahan polimer dan bisa juga terdiri dari zat lain untuk meningkatkan performa atau nilai ekonominya. Plastik adalah senyawa polimer alkena dengan bentuk molekul sangat besar. Istilah plastik, menurut pengertian kimia, mencakup produk polimerisasi sintetik atau semi-sintetik. Molekul plastik terbentuk dari kondensasi organik atau penambahan polimer dan bisa juga terdiri dari zat lain untuk meningkatkan performa atau nilai ekonominya. Secara alamiah, terdapat beberapa polimer (pengulangan tidak terhingga dari monomer-monomer) yang digolongkan ke dalam kategori plastik. Secara fisik, plastik bisa dibentuk atau dicetak menjadi lembar film atau serat sintetik, yang disebabkan karena plastik juga bersifat "malleable" alias memiliki sifat bisa dibentuk atau ditempa. Dalam proses industri dan pabrikasi, plastik dibuat dalam jenis yang sangat banyak. Sifat-sifat bisa menerima tekanan, panas, keras juga lentur, dan bisa digabung dengan partikel lain semisal karet, metal, dan keramik. Sehingga wajar jika plastik bisa dipergunakan secara massa untuk banyak sekali keperluan.

Istilah plastik mencakup produk polimerisasi sintetik atau semi-sintetik. Mereka terbentuk darikondensasi organik atau penambahan polimer dan bisa juga terdiri dari zat lain untuk meningkatkanperforma atau ekonomi. Ada beberapa polimer alami yang termasuk plastik. Plastik dapt dibentukmenjadi film atau fiber sintetik. Nama ini berasal dari fakta bahwa banyak dari mereka "malleable",memiliki properti keplastikan. Plastik didesain dengan varias yang sangat banyak dalam propertiyang dapat menoleransi panas, keras, "reliency" dan lain-lain. Digabungkan dengan kemampuanadaptasinya, komposisi yang umum dan beratnya yang ringan memastikan plastik digunakan hampirdi seluruh bidang industri.Pellet atau bijih plastik yang siap diproses lebih lanjut (injection molding, ekstrusi, dll)Plastik dapat juga menuju ke setiap barang yang memiliki karakter yang deformasi atau gagal karenashear stress- lihat keplastikan (fisika) dan ductile. Plastik dapat dikategorisasikan dengan banyak caratapi paling umum dengan melihat tulang-belakang polimernya (vinyl{chloride}, polyethylene, acrylic,silicone, urethane, dll.). Klasifikasi lainnya juga umum.Plastik adalah polimer; rantai-panjang atom mengikat satu sama lain. Rantai ini membentuk banyakunit molekul berulang, atau "monomer". Plastik yang umum terdiri dari polimer karbon saja ataudengan oksigen, nitrogen, chlorine atau belerang di tulang belakang. (beberapa minat komersial jugaberdasar silikon). Tulang-belakang adalah bagian dari rantai di jalur utama yang menghubungkanunit monomer menjadi kesatuan. Untuk mengeset properti plastik grup molekuler berlainan"bergantung" dari tulang-belakang (biasanya "digantung" sebagai bagian dari monomer sebelummenyambungkan monomer bersama untuk membentuk rantai polimer). Pengesetan ini oleh grup

Bahaya sampah plastik bagi lingkungan   
Salah satu faktor yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup yang sampai saat ini masih tetap menjadi "PR" besar bagi bangsa Indonesia adalah faktor pembuangan limbah sampah plastik. Kantong plastik telah menjadi sampah yang berbahaya dan sulit dikelola.Diperlukan waktu puluhan bahkan ratusan tahun untuk membuat sampah bekas kantong plastik itu benar-benar terurai. Namun yang menjadi persoalan adalah dampak negatif sampah plastik ternyata sebesar fungsinya juga. Dibutuhkan waktu 1000 tahun agar plastik dapat terurai oleh tanah secara terdekomposisi atau terurai dengan sempurna. Ini adalah sebuah waktu yang sangat lama. Saat terurai, partikel-partikel plastik akan mencemari tanah dan air tanah. Jika dibakar, sampah plastik akan menghasilkan asap beracun yang berbahaya bagi kesehatan yaitu jika proses pembakaranya tidak sempurna, plastik akan mengurai di udara sebagai dioksin. Senyawa ini sangat berbahaya bila terhirup manusia. Dampaknya antara lain memicu penyakit kanker, hepatitis, pembengkakan hati, gangguan sistem saraf dan memicu depresi.Kantong plastik juga penyebab banjir, karena menyumbat saluran-saluran air, tanggul. Sehingga mengakibatkan banjir bahkan yang terparah merusak turbin waduk.

Diperkirakan, 500 juta hingga satu miliar kantong plastik digunakan di dunia tiap tahunnya. Jika sampah-sampah ini dibentangkan maka, dapat membukus permukaan bumi setidaknya hingga 10 kali lipat! Coba anda bayangkan begitu fantastisnya sampah plastik yang sudah terlampau menggunung di bumi kita ini. Setiap tahun, sekitar 500 milyar – 1 triliyun kantong plastik digunakan di seluruh dunia. Diperkirakan setiap orang menghabiskan 170 kantong plastik setiap tahunnya. Lebih dari 17 milyar kantong plastik dibagikan secara gratis oleh supermarket di seluruh dunia setiap tahunnya. Kantong plastik mulai marak digunakan sejak masuknya supermarket di kota-kota besar. Sampah plastik dapat menyebabkan perubahan iklim? Sejak proses produksi hingga tahap pembuangan, sampah plastik mengemisikan gas rumah kaca ke atmosfer. Kegiatan produksi plastik membutuhkan sekitar 12 juta barel minyak dan 14 juta pohon setiap tahunnya. Proses produksinya sangat tidak hemat energi. Pada tahap pembuangan di lahan penimbunan sampah (TPA), sampah plastik mengeluarkan gas rumah kaca.


Tanggapan :
Plastik adalah senyawa polimer alkena dengan bentuk molekul sangat besar. Istilah plastik, menurut pengertian kimia, mencakup produk polimerisasi sintetik atau semi-sintetik. Dan plastic sangat berguna untuk membantu manusia. Namun plastic mempunyai sifat yang tidak bisa terurai oleh tanah . ini mengakibatkan polusi yang semakin lama akan menimbulkan efek negatif.
Saran :
Sebaiknya plastic digunakan semanfaat mungkin dan menekan penggunaan plastik. Dan pelaksanaan daur ulang plastic sangat perlu dilakukan untuk membantu plastic tidak terpapar dimana-mana . dan buang lah sampah pada tempatnya.

0 komentar:

Poskan Komentar